08 Januari 2009

Sanggup Berjalan 50 km

PERNAHKAH Anda lupa mengisi bensin sehingga tiba-tiba lampu indikator bensin mobil menyala? Jantung tentu bedebar-debar dan dilingkupi perasaan tidak tenang. Muncul pertanyaan, apakah sisa bensin yang ada dalam tangki cukup unluk membawa mobil ke SPBU terdekat.
Oke, banyak mobil keluaran terkini yang telah dilengkapi Multi Information Display (MID), di mana jarak tempuh sesuai sisa bensin dalam tangki dapat diketahui. Namun lagi-lagi tetap timbul pertanyaan, seberapa akuratkah informasi yang ditampilkan ini? Seorang rekan pernah bercerita bahwa sedan Eropa miliknya tahu-tahu 'KO' padahal MID masih menunjukkan jarak tempuh sejauh 150 km.

Nah, berangkat dari pertanyaan Inilah, kami memutuskan untuk melakukan sebuah tes sederhan. Sejauh apakah mobil masih dapat berjalan ketika lampu fuel meter telah menyala? Mobil yang kami pilih adalah Toyota Vios bertransmisi otomatis.

Menggunakan jenis digital, fuel meter di Vios akan berkedip saat menyisakan satu bar.

Dan seiring menipisnya persediaan tangki, frekuensi kedipannya akan semakin cepat. Secara psikologis, pancaran lampu indikator ini juga akan mempengaruhi detak jantung kita. "Jangan-jangan mobil akan segera mogok."

Waktunya pengetesan. Lampu fuel meter sudah berkedip dan kami pun bergegas menuju jalanan Ibu-kota. Sembari tak lupa menyiapkan bensin cadangan dalam jeriken tentunya. Berangkat dari kantor kami di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, rute dipilih adalah menuju bilangan Senayan pp. Dan jika belum habis, perjalanan akan kami lanjutkan menuju BSD, Tangerang, melewati tol Kebon Jeruk dan kembali via JORR dan Pondok Indah.

Begitu lampu indikator bensin berkedip, MID di dasbor Vios langsung langsung menunjukkan sisa jarak tempuh tinggal 15 km. Dan angka ini langsung berubah menjadi 10 dan lantas nol. Jelas bikin jantung pengemudi manapun langsung berdebar.

Akan tetapi kami tak terlalu khawatir. Fakta bahwa setiap mobil memiliki reserved tank berkapasitas sekitar 5 liter. Jika dikombinasikan dengan konsumsi bbm rata-rata Vios seirit 12 km/1 membuat kami memprediksi jarak tempuh akan jatuh di kisaran 50-60 km.

Dan benar, Tripmeter pun terus merangkak naik. Angka 30 km terlampau, 40 dan lantas 50. Wah, kapan habisnya, nih? Muncul pikiran betapa susahnya membuat mobil seirit Vios ini kehabisan bensin.

BSD sudah terlewati dan kami pun memasuki tol I menuju Pondok Indah. Dan, tepat di depan gerbang tol Pondok Ranji, mesin Vios mendadak mati tanpa peringatan apapun. Bar paling bawah dari indikator bensin masih berkedip cepat. Mesin juga tidak menunjukkan gejala batuk-batuk seperti yang sering kita saksikan dalam film. Langsung mati begitu saja.

Akhirnya, tujuan kami tercapai Ternyata, prediksi awal kami tidak meleset. Dengan MID menunjukkan konsumsi bbm rata-rata 11,8 km/1, trip-meter mencatat angka 58,6 km. Di mana kecepatan rata-rata di kisaran 25,1 km/jam.

Dengan populasi SPBU sebanyak saat ini, rasanya kita benar-benar tak perlu takut kehabisan bensin jika tiba-tiba lampu fuel meter menyala. Sejelek-jeleknya konsumsi bbm mobil, tetap saja Anda akan menemukan SPBU dalam radius 10 km dari posisi saat ini.

Meski begitu, jelas lebih baik sedia payung sebelum hujan, bukan? Bayangkan jika Anda tengah terburu-buru dan kondisi lalu lintas di sekitar SPBU terdekat tidak kondusif alias macet. Akan lebih bijaksana jika Anda selalu mengisi bensin sebelum lampu fuel meter menyala...

Sumber : AutoBild Indonesia

05 Januari 2009

Konsumsi BBM Toyota Yaris E M/T

Compact hatchback dengan bonnet mirip Vios, saudaranya bermodel sedan ini menampilkan bodi yang unik dan sedikit lebar. Kesan groovy pun timbul dari tampilan depan Toyota Yaris.

Yaris merupakan andalan Toyota dalam berkompetisi di jajaran Compact Hatchback di Tanah Air yang kini sedang tren. Varian E yang menjadi unit tes kami kali ini dilengkapi transmisi manual 5-percepatan yang membuatnya terasa gesit di lalu lintas perkotaan yang padat.

Pada rute dalam kota yang menempuh jarak 104,6 km dengan kecepatan rata-rata 15,4 km/jam Yaris E menghasilkan angka konsumsi bbm 7,39 km/liter. Membuatnya bisa diandalkan ketika kemacetan menjadi kendala untuk menghemat bbm.

Sementara itu angka konsumsi bbm yang diperoleh dari perjalanan sejauh 176,9 km di tol berselisih 0,49 km/liter dari Vios A/T. Dengan kecepatan rata-rata 86 km/jam, hasil konsumsi yang didapat adalah 18,91 km/liter.

Menjadi varian tengah di line-up-nya, Yaris E menyediakan fitur yang tidak berbeda jauh dibanding varian di atasnya. Foglamp, sein di spion, spion elektrik, sistem audio dengan CD player dan 4 speaker merupakan kelengkapan standar Compact Hatchback Toyota ini.

Sistem pengereman Yaris E juga telah dilengkapi ABS untuk menghasilkan pengereman optimal dalam kondisi darurat. Data tes kami mencatat jarak 43,45 meter dalam tempo 3,71 detik untuk berhenti dari kecepatan 100 km/jam.

Yaris juga termasuk mobil yang fun to drive sehingga memiliki pengendalian yang baik, di jalan lurus maupun berliku. Meski begitu, suspensinya tetap mampu memberi rasa kenyamanan berkendara. Dengan konsumsi bbm irit dan memiliki kepraktisan tinggi, Yaris pun cocok digunakan di dalam dan luar kota.

Spesifikasi
Mesin : 1.497 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 72 x 91,8 mm
Tenaga maksimum : 109 dk/6.000 rpm
Torsi maksimum : 141 Nm/4.400 rpm
Transmisi : Manual 4-speed
Jenis bensin : Premium
Kapasitas tangki : 42 liter
Bobot : 1.035 kg

Data Tes
Konsumsi bbm dalam kota : 7.39 km/l
Konsumsi bbm tol : 18,91 km/l
Konsumsi bbm kombinasi : 13,15 km/l
0-100 km/jam : 10,04 detik
Pengereman 100-0 km/jam : 43,45 meter

Sumber : Tim Auto Bild Indonesia

Konsumsi BBM Toyota Avanza s A/T

Inilah mobil dengan populasi terbanyak di Indonesia saat ini. Kalau tidak percaya coba tengok kiri dan kanan Anda saat sedang mengemudi. Pasti bisa langsung melihat ‘mobil sejuta umat’ ini di sekitar Anda.

Dengan mesin yang efisien dan harga terjangkau, mobil ini mampu menembus angka penjualan 24 ribu unit di pertengahan semester kedua tahun ini. Avanza tipe 1.5 S dengan transmisi otomatis 4-percepatan mampu memberikan kenyamanan tersendiri tanpa melupakan daya angkutnya yang besar. Tujuh orang penumpang masih mampu diakomodasi olehnya.

Gelar terbaik pada kategori People Carrier pada Auto Bild Award 2008 bukan tanpa alasan. Performa Avanza varian S ini berkapasitas 1.495 cc, mampu memberikan 109 daya kuda pada 6.000 rpm. Sementara torsi untuk membawa mobil berikut 7 penumpangnya sebesar 141 Nm di 4.400 rpm.

Sayangnya, konfigurasi ini serta final gear 4,875 dan penggerak roda belakang, membuat Avanza tak mampu memberikan efisiensi terbaik pada Liga Irit 2008. Ditambah dengan transmisi otomatis 4-percepatan, kian membuat transfer tenaga ke roda pengerak kurang optimal. Gejala selip khas transmisi otamatis, membuat akselerasi sedikit terhambat.

Tak heran bila rute dalam kota dengan kondisi ‘stop and go’ membuat Avanza termewah ini hanya mencatat angka 7,21 km/l. Hasil tersebut dicapai dengan menempuh kondisi jalan dalam kota Jakarta yang sangat padat. GPS kami mencatat kecepatan rata-rata tidak lebih dari 15,2 km/jam. Artinya perjalanan dalam kota sejauh 104,6 km kami tempuh dalam waktu 6 jam 50 menit.

Sedangkan untuk rute jalan tol sejauh 176,9 km dan kecepatan rata-rata 86 km/jam, Avanza S mampu mencatat hasil 13,87 kilometer untuk setiap 1 liter Premium. Hasil yang cukup baik, bila mengingat tubuhnya seberat 1,07 ton. Namun hal tersebut tidak membatasi kelincahan mobil ini untuk bermanuver di kemacetan Ibukota.

Konsumsi BBM Toyota AvanzaMenjadi varian termewah di jajaran Avanza, tentu tipe S menyediakan fitur yang lengkap. Foglamp, sein di spion dan mampu diatur secara elektrik, tweeter di pilar A, alarm, head unit MP3 hingga sensor parkir telah hadir menjadi kelengkapan standar.

Sedangkan untuk sistem pengereman, Avanza S telah dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS) untuk memberikan pengereman optimal saat keadaan darurat. Data tes kami mencatat jarak 47,79 meter dalam tempo 3,59 detik untuk berhenti dari kecepatan 100 km/jam. Karena dirancang untuk mengangkut 7 orang, suspensi Avanza S memiliki bantingan yang agak keras ketika dimuati satu orang. Pun dengan akurasi pengendalian sehingga terasa kurang fun to drive.

Spesifikasi
Mesin : 1.495 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 72 x 91,8 mm
Tenaga maksimum : 109 dk/6.000 rpm
Torsi maksimum : 141 Nm/4.400 rpm
Transmisi : Otomatis 4-speed
Jenis bensin : Premium TT
Kapasitas tangki : 45 liter
Bobot : 1.085 kg

Data Tes
Konsumsi bbm dalam kota : 7,21 km/l
Konsumsi bbm tol : 13,87 km/l
Konsumsi bbm kombinasi : 10,54 km/l
0-100 km/jam : 14,13 detik
Pengereman 100-0 km/jam : 47,7 meter

Sumber : AutoBild Indonesia

Konsumsi BBM Toyota Vios G

Tagline Fuelsaver & Speedmaker memang pantas disandang oleh Toyota Vios. Small Sedan ini mampu tampil sesuai ekspektasi dalam Big Test Liga Irit 3. Baik ketika menempuh rute dalam kota, jalan tol, maupun tes performa.

Jika melihat angka di tabel, angka 8,61 km/liter untuk konsumsi bbm dalam kota tidaklah fenomenal. Tapi coba cermati lagi fakta-fakta berikut ini. Unit tes Vios kami bertransmisi otomatis, kondisi yang kurang menguntungkan untuk lalu lintas dalam kota yang berkarakter stop and go.

Dua kontestan lain yang mencatatkan hasil lebih baik menggunakan transmisi manual yang minim slip kopling. Bahkan hasil yang dicatat Vios lebih baik dari Yaris yang punya mesin sama dengan transmisi manual dan berbobot lebih ringan.

Selama pengetesan juga kondisi lalu lintas dalam kota Jakarta sangat padat akibat hujan lebat yang mengguyur. Etape pertama dari kantor kami menuju SCBD ditempuh dalam 2,5 jam, sementara etape kedua dari SCBD-Pantai Indah Kapuk-Kebon Jeruk memakan waktu sampai 4,5 jam. Ini berarti total mesin bekerja selama 7 jam.

Di jalan tol, Vios kembali unjuk gigi dengan kembali mencatat hasil 18,42 km/liter. Setelah menggabungkan kedua hasil pengetesan ini, kami dapatkan hasil konsumsi bbm kombinasi untuk Vios adalah 13,52 km/liter dengan kecepatan rata-rata 50,6 km/jam. Sesuai dengan moto Fuelsaver.

Predikat Speedmaker juga tepat bagi Vios. Dengan transmisi otomatis pun, tenaga 109 dk dari mesin VVT-i 1.500 cc yang digunakannya masih bisa dimaksimalkan. Akselerasi 0-100 km/jam bisa dituntaskan dalam 12,28 detik. Dan tenaganya pun masih terasa sampai putaran tinggi.

Transmisi Super ECT pun mampu bekerja dengan baik dan halus di jalan menanjak dan menurun. Sayang, posisi mengemudi Vios bukan yang terbaik di kelasnya. Selain itu ada yang butuh penyesuaian saat mengemudikan Vios. Yaitu teknologi pedal gas elektronik alias drive-by wire. Teknologi ini memang efektif membuat mesin bekerja sesuai kebutuhan, namun terasa ada jeda antara pedal dan reaksi mesin.

Spesifikasi
Mesin : 1.497 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 75,0 x 84,7 mm
Tenaga maksimum : 108 dk/6.000 rpm
Torsi maksimum : 142,1 Nm/4.200 rpm
Transmisi : Otomatis 4-speed
Jenis bensin : Premium
Kapasitas tangki : 42 liter
Bobot : 1.050 kg

Data Tes
Konsumsi bbm dalam kota : 8,61 km/l
Konsumsi bbm tol : 18,42 km/l
Konsumsi bbm kombinasi : 13,52 km/l
0-100 km/jam : 12,28 detik
Pengereman 100-0 km/jam : 44,09 m

Penulis/Foto: Tim Auto Bild

Konsumsi BBM Toyota Rush 1,5 G M/T

Konsumsi bbm Sebagai sebuah SUV kompak yang mewarisi DNA people carrier terlaris, mobil berbobot 1.175 kg ini juga memiliki impresi mumpuni layaknya sebuah mobil keluarga, meskipun hanya memiliki kemampuan membawa 5 penumpang saja.

Desain bodi boxy, yang membuat sudut pandang secara keseluruhan jadi lebih tinggi, menjadikan Rush memiliki tongkrongan macho dan tidak jauh berbeda dengan SUV pada umumnya. Apalagi Rush juga dibekali dengan ukuran roda yang lebih besar serta komposisi final gear 5,857:1.

Hal ini membuat akselerasinya hanya terpaut 0,8 detik dari saudaranya yang berbeda platform, meski sama-sama bertransminsi manual 5-percepatan, serta menggunakan mesin sama bertenaga 109 dk dan torsi 145 Nm. Padahal bobotnya yang 1.175 kg, tidak bisa dikatakan ringan untuk SUV bermesin 1.495 cc.

Tak heran, urusan pemakaian bahan bakarnya pun tidak beranjak jauh dari angka 7,43 km/liter. Ini didapat setelah menempuh kondisi jalanan perkotaan yang berkarakter stop and go, dengan jarak tempuh total 101,1 km.

Meskipun begitu, angka yang dicapai pada etape di dalam kota ini merupakan terbaik yang bisa diraih. Sebab menilik catatan kami, dibanding mobil lain berbobot sama dari kategori non-sedan, Rush mencetak nilai paling tinggi. Pada pengetesan di jalan tol dengan total jarak tempuh 173,3 km, Compact SUV Toyota ini membukukan angka konsumsi bbm 13,62 km/liter, dengan kecepatan rata-rata 86 km/jam.

Buat sebagian orang yang senang dengan mobil tinggi, Rush bisa sangat menyenangkan. Desain interiornya modern dengan nuansa ivory, juga lega untuk 5 orang dewasa. Ornamen logamnya memberikan kesan kokoh.

Kabin Rush juga praktis dengan bagasi lapang dan berbagai kompartemen penyimpanan. Konsepnya sebagai SUV membuat posisi mengemudi di mobil yang memiliki struktur Global Outstanding Assessment ini cukup tinggi. Sementara suspensi yang dirancang sesuai kebutuhan sebuah SUV kompak lebih nyaman jika mobil dimuati banyak orang.

Spesifikasi
Mesin : 1.495 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 72 x 91,8 mm
Tenaga maksimum : 109 dk/6.000 rpm
Torsi maksimum : 145 Nm/4.400 rpm
Transmisi : Manual 5-speed
Jenis bensin : Premium
Kapasitas tangki : 45 liter
Bobot : 1.175 kg

Data Tes
Konsumsi bbm dalam kota : 7,43 km/l
Konsumsi bbm tol : 13,62 km/l
Konsumsi bbm kombinasi : 10,48 km/l
0-100 km/jam : 13,59 detik
Pengereman 100-0 km/jam : N/A

Penulis/Foto: Tim AutoBild

Toyota Double Cabin Meluncur Januari Dibanderol Sekitar Rp260Jt

Hilux Double CabinSesuai rencana awal, tadinya PT Toyota Astra Motor (TAM) akan meluncurkan produk barunya Desember ini. Namun kencangnya tiupan badai krisis ekonomi dari Amerika, membuat ATPM Toyota itu memundurkan jadwal peluncurannya Januari 2009 ini.

Produk terbaru TAM itu adalah Toyota Hilux Double-Cab (D-Cab). "Tidak ada acara launching khusus dan kita belum tahu kondisi pasarnya. Hadir di pasaran mobil Indonesia Januari ini," sebut General Manager MP&CR PT TAM Widyawati kepada Kompas.com.

Ketika Agustus lalu, Kompas.com sudah membocorkan perihal kehadiran Hilux D-Cab ini. Dari berbagai sumber, termasuk majalah Autobild Indonesia menyebutkan kalau mesin yang diusung berkapasitas 2.494 cc 4 silinder D4-D bertransmisi dua model, yakni otomatis (4-speed) dan manual 5-speed yang dilengkapi sistem gerak empat roda (4WD).

Ketika ditanya soal harga, Widyawati menyebutkan sekitar Rp260-an juta. "Auto 2000 belum tuntas melakukan perhitungan harganya," tegasnya.

Sumber : Kompas